Inilah Tips Bonding Ayah Dengan Anak Laki-Laki Yang Beranjak Dewasa

Inilah Tips Bonding Ayah Dengan Anak Laki-Laki Yang Beranjak Dewasa

Membangun chemistry dan juga kedekatan antara ayah dan anak laki-laki memang bukanlah hal yang mudah bahkan dapat dikatakan gampang-gampang susah, apalagi ketika anak laki-laki kalian sudah beranjak dewasa. Ketika jagoan kecil kalian masih di usia kanak-kanak, sang ayah mungkin merasa mudah untuk mengajaknya melakukan berbagai aktivitas bersama, seperti bermain game, bermain bola, atau sekadar pergi ke ke pangkas rambut bersama. 

Namun waktu juga terus berjalan, seiring dengan bertambahnya usia si kecil, tak jarang ketika anak laki-laki menginjak usia remaja ia memiliki minatnya sendiri yang terkadang berbeda dengan sang ayah. Hal tersebut dapat membuat ayah dan anak laki-lakinya semakin jarang menghabiskan waktu bersama. Dengan kondisi demikian, kedekatan ayah dan anak pun bisa saja semakin berkurang.

Nah, kali ini Fadsan punya beberapa tips untuk meminimalisir kerenggangan ayah dan anak laki-lakinya, dan cara sederhana membangun kembali kedekatan ayah dan anak laki-lakinya yang beranjak remaja dengan mencoba beberapa tips bonding berikut.

Habiskan Waktu Berdua

Salah satu cara paling manjur dan efektif untuk kembali membangun kedekatan ayah dengan anak laki-laki adalah menghabiskan waktu berdua alias quality time atau boy’s time. Terkadang, tidak perlu melakukan hal apapun seperti aktivitas berat atau olahraga bisa saja cukup dengan meminum kopi bersama. Dalam kesempatan tersebut ayah dan anak laki-lakinya bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan bercengkrama dan membicarakan hal-hal yang sebelumnya tidak sempat dibahas bersama karena kesibukan masing-masing.

Baca Juga : 5 Manfaat Kedekatan Ayah dan Anak Laki-Laki Untuk Pertumbuhan Sang Buang Hati

Aktivitas Bersama di Luar Ruangan

Salah satu cara membangun kedekatan ayah dengan anak laki-lakinya adalah mengajaknya melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti berolahraga atau bisa juga dengan bertualang. Sebagai seorang ayah, kalian bisa memperhatikan terlebih dahulu seperti apa saja jenis olahraga atau aktivitas yang disukai sang anak, kemudian cari celah supaya ayah bisa masuk. Jika anak laki-laki kalian menyukai sepak bola, sementara kalian sebagai ayah adalah penggemar basket, cobalah untuk memilih jenis olahraga yang sama-sama bisa dinikmati seperti jogging atau bersepeda.

Bermain Permainan Kesukaan Anak

Ketika masih kanak-kanak, orangtua lebih mudah mengetahui apa saja kesukaan anaknya, seperti permainan, buku yang dibaca, hingga karakter kartun favorit. Namun, semua itu mungkin dapat saja berubah saat anak beranjak dewasa, tetapi sang ayah tetap bisa mengetahuinya. Dengan cara mencari tahu apa saja yang ia akses di internet, seperti apa pergaulannya, serta apa saja koleksi buku yang sering ia baca. Setelah mengetahuinya, sebagai ayah kalian bisa coba untuk ikut masuk ke dunia anak dan menjadi teman diskusi yang menyenangkan. Tentunya hal ini bisa membangun kedekatan dan membuat ayah lebih mengenali karakter anak laki-lakinya.

Ajarkan Beragam Bentuk Kebaikan

Tidak harus selalu tentang kesenangan seorang laki-laki, tapi ayah juga bisa membangun kedekatan dengan anak sambil mengajarkan bentuk kebaikan. Ketika memiliki waktu luang, cobalah untuk memberi pandangan dan fondasi yang kuat secara spiritual pada anak. Seorang ayah juga bisa membagi pengalaman-pengalaman semasa muda, untuk menjadi sebuah pelajaran hidup bagi  anaknya. Ajarkan setiap kebaikan yang ada di dunia, sehingga hidupnya dapat menjadi lebih bermakna.

Baca Juga : 5 Manfaat Kedekatan Ayah dan Anak Laki-Laki Untuk Pertumbuhan Sang Buang Hati

Beri Dia Sebuah Kejutan

Jarak yang ada antara ayah dan anak laki-laki bisa saja muncul karena kesibukan atau aktivitas masing-masing dalam keseharian. Umumnya jangankan untuk bermain bersama, ayah dan anak mungkin saja tidak lagi memiliki waktu untuk saling bertemu dan ngobrol ketika anak laki-lakinya sudah beranjak dewasa. Maka dari itu saat memiliki waktu luang, cobalah untuk memberi kejutan pada sang buah hati. Misalnya, ketika ayah tidak memiliki banyak pekerjaan dan anak tidak dalam masa ujian, cobalah untuk jemput ia di sekolah kemudian ajak menonton pertandingan olahraga atau sekadar menghabiskan waktu bersama.

Sampai disini mugkin kalian para ayah dapat memahami berbagai cara untuk meningkatkan lagi kehangatan bersama anak laki-lakinya yang sudah mulai bertumbuh dan memiliki dunianya sendiri. 

Namun bagaimana pun juga peran seorang ayah dalam mendampingi anaknya bertumbuh terutama pada masa transisi anak-anak menuju remaja, dan remaja menuju dewasa adalah penting. Jadi sudah sejauh mana kalian berperan sebagai ayah dalam menjaga kedekatan dengan anak laki-laki kalian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *